Film / Bioskop / Persahabatan Anak Kecil dan Narapidana dalam Film Seputih Cinta Melati

Persahabatan Anak Kecil dan Narapidana dalam Film Seputih Cinta Melati

Seputih Cinta MelatiTanggal rilis    : 24 Juli 2014
Sutradara        : Ari Sihasale
Pemain            : Chicco Jerikho sebagai Ivan
                            Asrul Dahlan sebagai Erik
                            Fatih Unru sebagai Rian
                            Naomi Ivo sebagai Melati

Indonesia patut berbangga, karena meskipun semakin hari tontonan untuk anak semakin minim, masih ada Alinea Pictures yang sejak awal hingga saat ini konsisten menghadirkan film-film berkualitas yang ditujukan untuk anak-anak. Denias, Tanah Air Beta dan Serdadu Kumbang, adalah contoh karya Alinea Pictures yang benar-benar mengedepankan anak dan keindahan alam Indonesia. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Alinea Pictures mengangkat tema religi berkenaan dengan libur lebaran. Setelah sebelumnya, Ari dan Nia mengenalkan Papua, Atambua, dan Sumbawa, kali ini keduanya bergerak ke Jawa Barat. Film Seputih Cinta Melati adalah film religi yang berkisah tentang Rian dan Melati, dua anak kecil yang polos, yang bersahabat dengan dua narapidana yang kabur dari penjara.

Cerita dimulai dengan munculnya Ivan dan Erik, dua orang narapidana yang berhasil kabur dari penjara. Polisi yang mengetahui kaburnya mereka pun terus mengejar keduanya. Merasa tidak aman, Ivan dan Erik pun memutuskan untuk sembunyi di suatu pondok. Pelarian Ivan dan Erik ke pondok tersebut mempertemukan keduanya dengan dua anak kecil yaitu Rian dan Melati. Saat hendak memancing bersama Sang Kakak, Rian, Ivan melihat kaki Melati terjepit sehingga Ivan pun menolongnya. Atas pertolongan tersebut, Melati dan Rian berterima kasih kepada Ivan dan Erik. Keduanya senang sekali bisa mendapatkan teman baru.

Semenjak hari itu, Rian dan Melati rajin mengunjungi Ivan dan Erik di pondok tersebut. Keduanya tidak tahu bahwa sebenarnya dua orang teman baru mereka adalah penjahat yang sedang dikejar polisi. Semakin hari, mereka pun semakin akrab. Melati, sang adik mengajari Ivan untuk membaca Al-Quran, sementara Rian, sang kakak mengajari Erik bagaimana caranya memancing. Walaupun hubungan mereka berempat sudah terjalin erat, Erik tetap ingin kabur dari tempat tersebut. Beda halnya dengan Ivan yang tidak ingin pergi karena sudah merasa dekat sekali dengan Rian dan Melati.

Ivan dan Melati                                                                                                        Ivan dan Melati

Di hari terakhir puasa, Rian dan Melati membawa banyak makanan untuk berbuka ke pondok tempat Ivan dan Erik. Mulanya Erik sempat curiga pada dua kakak beradik tersebut, namun setelah merasakan kebaikan Rian dan Melati, Erik merasa tersentuh. Namun sayang, konflik mulai bermunculan saat orangtua Rian dan Melati mengetahui identitas Ivan dan Erik yang sebenarnya.

Sebagaimana film-film Alenia Pictures yang mengangkat kearifan lokal, film Seputih Cinta Melati juga mengangkat kearifan budaya Sunda, dimana dialog film ini menggunakan Bahasa Sunda. Selain itu, adegan bermain di luar rumah dan nuansa perkampungan yang asri akan memberikan kesan segar pada penonton yang merasa penat dengan kehidupan perkotaan. Dijamin, setelah menonton Film Seputih Cinta Melati akan membuat kita rindu pada nuansa Lebaran di kampung halaman. Yang pasti, Ari dan Nia berharap dengan film ini, anak-anak bisa mengenal keindahan nusantaranya. :-D :-)

Foto Profil dari Rahel Lasmaria Simbolon

2 comments

  1. Nah mudah2-an kali ini bisa yah komenny muncul…

    Dr sinopsisny ni Filmny bgus dan critany simple utk dimengerti anak2 Moga filmny sukses dah

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

tiga nafas likas

Film Tiga Nafas Likas, Perjuangan Wanita Karo yang Luar Biasa

Film bernuansa keluarga selalu memberikan kesan yang mendalam bagi penontonnya, bukan hanya ...