Film / Drama / Belajar Psikologi Anak dari Film “Tare Zameen”

Belajar Psikologi Anak dari Film “Tare Zameen”

Film ini menceritakan seorang anak bernama Ikhsan yang mempunyai beberapa kekurangan seperti, menulis huruf terbalik, tidak mengerti cara berhitung, dan selalu berimajinasi dengan dunia khayalnya. Berbeda dengan Ikhsan, sang kakak Yohan seorang murid yang berprestasi, nilainya selalu bagus dan Yohan merupakan anak yang rajin mengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Banyak yang mempertanyakan apakah Ikhsan adalah adik kandung dari Yohan atau tidak karena, sikap mereka sangat bertolak belakang.

Pernah suatu hari, Ikhsan sedang melakukan kebiasaannya yaitu berkhayal di kelas waktu pelajaran bahasa inggris, saat ditanya oleh gurunya ia bingung dan tak bisa menjawab akhirnya Ikhsan dikeluarkan dari kelas. Waktu istirahat, teman-temanya memperolok-olok Ikhsan karena mereka yakin bahwa Ikhsan belum mengerjakan tugas matematika. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar kelas dan pergi berjalan-jalan, banyak sekali pemandangan dan pengalaman yang ia dapat dengan melihat kehidupan mayarakat sekitarnya.

Bolosnya Ikhsan dari sekolah segera diketahui oleh ayahnya dari surat yang ditemukan sang ayah yaitu surat keterangan sakit. Padahal Ikhsan pada hari yang disebutkan disurat tidak sedang sakit. Sang ayah mulai berfikir bagaimana menghadapi sikap Ikhsan yang nakal, akhirnya diputuskan bahwa Ikhsan akan tinggal di sebuah Asrama yang artinya Ikhsan akan jauh dari kedua orang tuanya.

Sayang tidak ada perubahan yang Ikhsan dapat meskipun ia tinggal di Asrama sekalipun. Ikhsan masih merasa kesulitan dalam memahami pelajaran-pelajarannya. Banyak sekali para guru yang memarahi bahkan memukulnya karena, mereka menganggap bahwa Ikhsan adalah murid yang nakal dan malas untuk belajar materi-materi di Asramanya, inilah yang membuat Ikhsan merasa putus asa dan merasa bahwa orang tuanya tega menempatkan ia di Asrama yang keras dalam mendidik anak muridnya. Di tempat yang berbeda, di rumah, sang ibu menangis melihat gambar yang dibuat oleh ikhsan. Gambar tersebut melukiskan bahwa kasih sayang dan kedekatan orang tua dengan ikhsan semakin hari semakin hilang, ia menggambar seperti itu karena, ia merasa bahwa orang tuanya sudah tidak menyayanginya dengan mengirimnya ke tempat yang ia anggap seperti dunia hitam.

Hingga datanglah Amir Khan sebagai seorang guru di Asrama yang Ikhsan tempati. Berangkat dari pengalaman masa hidupnya yang memiliki kisah sama seperti Ikhsan, Amir Khan mencoba untuk mengajari Ikhsan agar ia mampu membaca dan menulis dengan tepat. Karena alasan itulah ia mendatangi orang tua Ikhsan di rumah mereka untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada diri Ikhsan.

Dysluxia merupakan penyakit yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk menulis dan membaca tapi, bukan berarti orang tersebut dikatakan Abnormal. Banyak ilmuan besar yang mengalami hal serupa seperti: Albert Einsten, Thomas Alfa Edision dan masih banyak lagi, termasuk Amir Khan sendiri.

Ikhsan tidak pernah bermain bola karena, ia tak bisa memperkirakan kecepatan bola yang dilempar kepadanya, ketika ia sadar bahwa bola mendatanginya ia terlambat, bola telah mengenai tubuhnya akibat ia tak bisa berfikir cepat. Ikhsan bukan anak yang abnormal bahkan lukisan yang ia buat begitu imajinatif dan hidup, orang dewasapun bahkan tak bisa menggambar seperti yang Ikhsan lakukan.

 

Setiap hari Amir Khan mengajari Ikhsan diluar kelas dengan pola mengajar yang berbeda dari guru-guru yang lain, hingga akhirnya Ikhsan mampu membaca dan menulis huruf-huruf yang ia anggap sulit dibedakan seperti, b dan d, s dan z tulisan top jadi pot. Sekarang Ikhsan sudah menjadi anak yang berkembang pesat dari yang guru-gurunya kira, itu semua berkat Amir Khan.

Tibalah hari dimana sekolah mengadakan lomba melukis, banyak sekali murid dan guru yang ikut serta dalam kegiatan ini, Ikhsan pergi ke suatu danau untuk melihat pemandangan disana sekaligus mencari inspirasi apa yang akan ia lukis nanti. Sehingga ia datang agak telat, namun ia berhasil melukis apa yang ia lihat di danau dengan sangat imajinatif bahkan Amir Khan sendiri merasa takjub dengan lukisan Ikhsan. Ketika amir khan melihat lukisan Ikhsan, Ikhsan juga melihat lukisan sang guru yang ternyata ia melukis dirinya sedang tertawa lepas, Ikhsan merasa senang sampai mengeluarkan air mata, ia merasa baru kali ini ada yang mengahargainya seperti gurunya itu.

Keputusan juri menetapkan bahwa Ikhsanlah yang terpilih menjadi pemenang dan mendapat hadiah langsung dari kepala sekolah, disinilah keharuan terjadi. Bukannya mengambil penghargaannya, Ikhsan malah berbalik dan memeluk gurunya sambil menangis tersedu-sedu, ia tak tau harus berterimakasih seperti apa pada gurunya itu. Karena gurunyalah ia sekarang dihargai banyak orang yang sebelumnya selalu mencaci maki Ikhsan.

Sekarang, Ikhsan bukan hanya mampu menggambar yang sangat bagus akan tetapi, ia mampu membaca dan menulis serta berhitung dengan baik. Orang tua Ikhsan sangat bahagia dan berterimakasih pada sang guru sekaligus meminta maaf karena mereka tidak tahu banyak tentang kondisi anak mereka yang sesungguhnya.

Film ini mengajarkan kita bagaimana memahami karakter baik kelebihan maupun kekurangan dari setiap anak kita, untuk itu lakukanlah langkah berikut:

  1. Jangan paksa anak untuk mengikuti kemauan kita jika memang mereka tidak mampu karena, itu akan menyebabkan mereka kerdil hati.
  2. Berilah perhatian lebih pada anak agar mereka merasa bahwa mereka tidak sendirian, ada kita yang siap menemani hari-hari mereka
  3. Lakukan konsultasi kepada pihak-pihak yang lebih mengerti sikap anak-anak kita.
  4. Kenali kesulitan anak dalam belajar karena, itu penting agar kita bisa mencari metode belajar yang tepat bagi anak kita.
  5. Jangan gampang putus asa, berusahalah dan yakinlah bahwa anak kita mampu menjadi orang yang sukses dimasa depan.

gambar taree zamen: https://www.google.com/search?q=gambar+film+tare+zameen+india

Afifatur Rohmah
Data Diri Nama saya Afifatur Rohmah lahir di Bangkalan, tanggal 07 November 1995. Beragama islam, saya tinggal di jln. Sunan kalijaga No. 7AA, Malang. Saat ini saya menempuh S1 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang. Mengambil jurusan akuntansi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

tiga nafas likas

Film Tiga Nafas Likas, Perjuangan Wanita Karo yang Luar Biasa

Film bernuansa keluarga selalu memberikan kesan yang mendalam bagi penontonnya, bukan hanya ...